Jakarta - Dua lifter Indonesia yang turun di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018 tak mendapatkan hasil maksimal. Yolanda dan Surahmat gagal memenuhi target total angkatan.

Kejuaraan itu berlangsung di Ashgabat, Turkmenistan, mulai 2-10 November. Kejuaraan ini menjadi ajang perebutan poin untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Yolanda dan Surahmat menjadi lifter pertama yang bertanding. Keduanya berada di grup B; Yolanda di kelas 49 kg sementara Surahmat kelas 61 kg.

Dari enam kali percobaan angkatan total keduanya belum mampu bersaing. Surahmat harus puas di posisi lima dengan total angkatan total 278 kg. Rinciannya, snatch 124 kg dan clean n jerk 154 kg. Turun 11 kg dari target angkatan total awal.

Sementara Yolanda membukukan angkatan total 163 kg. Lebih kecil dari target start angkatan total 175 kg.

"Belum (capai target). Mereka (baru) berhasil mengangkat seperti waktu latihan masih harus diperbaiki di seri-seri berikutnya. Ini baru seri pertama kualifikasi Olimpiade Tokyo masih ada waktu ," kata Manajer tim angkat besi Indonesia Sonny Kasiran melalui pesan singkatnya Jumat (2/11/2018).

Sonny juga menjelaskan hasil ini belum dapat juga disimpulkan secara keseluruhan sebab baru dua lifter yang turun. Dia juga enggan memberikan evaluasinya terlalu dini.

"Saya khawatir terlalu cepat menyimpulkan. Sebaiknya sabar sedikit tunggu setelah rapat evaluasi," kata Sonny.

"Hasil ranking (juga) belum bisa diketahui sebab Grup A belum bermain," dia menambahkan. (mcy/rin)