VIVA – Suzzanna dan Satria, pasangan yang akhirnya akan dikaruniai calon anggota keluarga baru, diselimuti bahagia. Namun, Satria harus meninggalkan Indonesia karena tugas. Kediaman yang ditinggal pergi sang tuan rumah mengundang pencuri masuk.

Kejadian nahas menimpa Suzzanna. Nyawanya melayang oleh keempat pencuri tersebut. Arwahnya pun gentayangan untuk membalas dendam kepada pencuri-pencuri tersebut.

Secara garis besar, itu adalah jalan cerita Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur. Film ini berlatar belakang tahun 1989. ?Segala aspek dalam gambar dibuat sedemikian rupa demi mendukung penampilan di tahun tersebut, mulai dari mobil, rumah, sampai busana.

Suzzanna yang diperankan Luna Maya sebagai tokoh utama cukup menyita perhatian. Gerak tubuh, bentuk muka, logat, dan suara diolah hingga menyerupai almarhumah. Penampilan Luna prima, meski tata rias terasa kurang maksimal di beberapa? adegan.

Satria yang diperankan Herjunot Ali tampil sebagai pelengkap. Hanya saja, saat adegan yang harusnya mengundang air mata, tak begitu terasa kesedihannya.

Penampilan memukau ditunjukkan Teuku Rifnu Wikana (Umar), Alex Abbad (Dudun), Berdi Soaiman (Jonal), dan Kiki Narendra (Gino). Karakter mereka terasa kuat dan natural hingga membawa rasa dalam setiap adegannya.

Begitu pula dengan penampilan trio pembantu dalam rumah Suzzanna, yang diperankan oleh Asri Welas (Mia), Opie Kumis (Pak Rojali), dan Ence Bagus (Tohir). Kehadiran mereka menyegarkan suasana juga memancing banyak tawa.

Durasi jadi sorot utama dalam film ini. Sebelum diedit, film Suzzanna berdurasi 4 jam 30 menit dan  kemudian dipangkas menjadi 2 jam 5 menit.

Secara keseuruhan, Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur film nostalgia bagi mereka yang besar di tahun 90-an. Untuk era milenial, film ini juga jadi magnet sendiri saat bioskop tak menanyangkan film horor. Film arahan Rocky Soraya dan Anggy Umbara ini akan mulai tayang pada 15 November 2018.