Jakarta - PB PABBSI mematok target untuk meloloskan minimal lima lifter ke Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka pun mati-matian untuk menambah poin dari lima seri tersisa.

Satu seri untuk kualifikasi Olimpiade 2020 sudah dilewati Eko Yuli Irawan cs. Mereka meraih hasil meragam dari Kejuaraan Dunia 2018 di Ashgabat, Turkmenistan, yang berlangsung sejak 2-10 November.

Dari ajang itu, empat atlet mencapai target yang diinginkan PABBSI yakni lolos delapan besar. Eko menjadi satu-satu penyumbang medali emas juga memecahkan rekor di kelas 61 kg. Lima sisanya terlempar di posisi belasan, dan satu lifter putri Nurul Akmal baru akan bertanding 10 November.

Meski hasilnya hanya empat lifter yang mencapai target delapan besar dari 10 lifter yang dikirim, namun hasil itu belum dapat dijadikan patokan. Sebab, masih ada lima seri kategori gold dan silver di tahun depan.

"Strateginya memang kami harus ikut semua (kejuaraan) karena kalau tidak, ya tak bisa ikut olimpiade. Sistemnya perebutan poinnya kan sudah diubah tidak lagi melalui kuota negara tapi individu," kata Ketua PB PABBSI, Rosan P Roeslani, kepada detikSport, Rabu (7/11/2018).

"Kami target memang apabila dalam setiap kejuaraan besar masuk 8 besar dunia, nah kesempatan untuk masuk olimpiade itu ada. Jadi misalnya peringkat 4 atau 5 itu tak apa. Karena mereka masih punya kesempatan masuk olimpiade 2020," dia menambahkan.

"Oleh sebab itu, sebenarnya ada enam yang harus diikutsertakan lifter menuju Olimpiade ini. Lima kejuaraan tahun depan dan satu kejuaraan pada 2020-nya. Jadi memang harus kita kirimkan atletnya. Dan kami juga mengirim atlet juniornya juga," ujar dia,

Ketua Kadin Indonesia ini memprediksi hasil dari atlet juniornya di kejuaraan dunia. Meski tak mampu lolos delapan besar tapi ada hal positif setelahnya. Mereka dipersiapkan untuk regenerasi Eko cs. Empat atlet junior itu adalah Nurul Akmal (+87 kg), Yolanda Putri (49kg), Acchedya Jagaddhita (55 kg), dan Rahmat Erwin Abdullah (73 kg).

"Yang saya tahu memang pasti akan jauh. Nah ini sengaja kami ikutsertakan untuk melapis berikutnya karena setelah 2020 Eko and the gang terakhir," dia menjelaskan.

"Tapi tentu tetap akan ada evaluasi karena kami ingin target untuk olimpiade 2020 paling tidak kami mengirim lima atlet lah. Makanya setelah Turmenistan nanti mereka tak ada waktu liburan langsung latihan," ujarnya.

(mcy/fem)