VIVA – Rohala, salah satu penjual di Pasar Cihaeurgelis Kota Bandung, kaget dan merasa senang karena daganganya dibeli Presiden RI Joko Widodo, Minggu, 11 November 2018.

Mengawali kunjungan di hari keduanya di Bandung, Jokowi secara mendadak mendatangi Pasar Cihaeuegeli. Kedatangannya yang tanpa persiapan tentu membuat heboh masyarakat di pasar. Warga berkerumun begitu melihat Jokowi memasuki pasar.

Selain berbincang dengan pedagang, dan melayani berfoto, Jokowi juga membeli beberapa barang dagangan. Salah satunya ubi merah milik Rohala. Dia tak menyangka lapaknya akan dikunjungi Jokowi. Ia yang baru berjualan dua tahun di pasar itu, merasa terharu. Selesai berbincang-bincang, Jokowi membeli 3 kilogram ubi dengan harga Rp8 ribu per kilo.

"Dikasi Rp100 ribu. Bapak tidak mau ambil kembaliannya," kata Rohala, sembari menunjukkan uang yang diberi.

Rohala tak banyak berkata-kata. Dia mengaku sangat senang didatangi Presiden dan membeli dagangannya.

Dari pantuan, Jokowi juga membeli beberapa barang dagangan seperti kangkung hingga daging ayam. Turut mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketum Golkar Airlangga, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Seskab Pramono Anung, dan Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Tohir.


Tim Jabar Yakin Unggul 60 Persen

Tim pemenangan daerah Jokowi-Ma'ruf Amin yakin calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo bisa menang hingga 60 persen di Jawa Barat.

Menurut Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat, Dedy Mulyadi, fokus utama pemenangan di Jawa Barat adalah meminimalisir seluruh kebohongan yang selama ini terjadi.

"Mulai isu PKI, isu tenaga kerja asing, isu pro asing, dan berbagai isu-isu lainnya yang berhubungan dengan aspek sosiologi masyarakat Jawa Barat," kata Dedy Mulyadi, di Bandung, Minggu 11 November 2018.

Selain itu, perlu penjelasan lagi kinerja Jokowi kepada masyarakat bahwa Jokowi adalah capres patahana. Masyarakat tentu akan bisa menerima, mengingat kerja selama empat tahun ini oleh Jokowi, sudah terlihat jelas hasilnya.

"Kalau kita memberikan secara pelan-pelan penjelasan dengan baik, kemudian konten-konten di media sosial dibangun dengan baik, maka tingkat kepercayaannya terhadap Pak Presiden akan makin tinggi," katanya.

Di level masyarakat bawah kata Dedy, banyak program pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla yang terlaksana dengan baik. Mulai dari sisi kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan. Menurut mantan Bupati Purwakarta itu, saat ini suara Jokowi terus menguat di wilayah selatan Jawa Barat.

"Kalau dulu Bapak ini menangnya di wilayah Cirebon, Indramayu, kemudian Subang. Sekarang sudah mulai geser ke selatan, Kota Bandung, kabupaten Bandung, Bandung Barat, Tasik juga sudah mulai menang, ke Purwakarta juga sudah mulai menang," katanya.

Meski diakuinya, ada beberapa titik yang harus perlu ditingkatkan. Terutama daerah yang bersentuhan dengan Jakarta dan Banten. Tentu ini akan ditingkatkan dengan kerja sosialisasi hingga menjelang pilpres nanti.

"Saya sih mentargetkan 60 persen sinergitas antara seluruh komponen-komponen relatif baik dan yang paling utama kita ini membendung hoax. Tidak hanya mengandalkan media sosial kemudian media online, dan media televisi. Tetapi juga mengandalkan aspek politik door to door. Yang bersifat diskusi-diskusi," katanya.