Milan - Jorge Lorenzo dituding sudah tak berhasrat lagi membalap untuk Ducati setelah resmi jadi rider Honda. Marc Marquez datang membela calon rekannya itu.

Lorenzo tak tampil dalam empat balapan terakhir setelah dia mengalami kecelakaan di MotoGP Aragon. Lorenzo sempat akan comeback di MotoGP Thailand, meski kemudian batal karena lagi-lagi mengalami kecelakaan.

Karena harus menjalani operasi, Lorenzo kemudian berturut absen di Jepang, Australia, dan Malaysia. Absennya Lorenzo dituding sebagai akal-akalan dia saja karena sebenarnya sudah tak berminat lagi memperkuat Ducati.

Lorenzo dipastikan meninggalkan Ducati di akhir musim ini. Di 2019 dia akan gabung dengan Repsol Honda. Calon rekan setimnya di Honda, Marc Marquez, melontarkan pembelaan pada Lorenzo.

"Kita berbicara mengenai seorang pembalap yang rela turun di Sirkuit Assen hanya 24 jam setelah menjalani operasi cedera tulang selangka," ucap Marquez merujuk pada kejadian di musim 2013.

"Ya, memang benar bahwa ketika tidak ada lagi poin yang dikejar jelas itu adalah hal yang berbeda. Saya pikir orang-orang yang mengkritik Lorezo tidak tahu apa-apa tentang dunia atlet," lanjut sang juara dunia dalam wawancara dengan Radio Marca.


Dilanjutkan Marquez, cedera yang dialami pebalap punya efek berbeda pada setiap orang dan tergantung pada lokasi cedera tersebut. Untuk kasus Lorenzo, cedera pergelangan tangan memang menyulitkan rider untuk tampil optimal.

"Terkadang kami berlaga dengan tulang leher yang patah karena hal ini tidak terlalu menyakitkan, tetapi kami harus terus menggunakan pergelangan tangan saat membalap, oleh karena itu jika Lorenzo tidak berlaga jelas karena rasa sakit masih menderanya," tegas Marquez.

Simak Juga 'Detik-detik Lorenzo Terpental dan Mencium Aspal di GP Aragon':

[Gambas:Video 20detik]


(din/cas)