Jakarta - Sebanyak 110 atlet, pelatih, dan asisten pelatih berprestasi mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Penghargaan diberikan untuk memacu atlet lainnya menciptakan hal serupa.

Pemerintah telah menyiapkan Rp 5 miliar sebagai bentuk penghargaan terhadap peraih medali dan gelar yang telah diraih oleh atlet dan pelatih.

Apresiasi diberikan antara lain kepada para atlet dan pelatih Indonesia di ASEAN Autism Games 2018 dan Asia Pacific Deaf Badminton 2018. Ini adalah pertama kalinya penghargaan serupa diberikan.

Kemudian, untuk tim nasional sepakbola U-16, timnas sepakbola U-19, dan tim FFOSSBI yang berlaga di Singa Cup U-14.

Tak ketinggalan apresiasi ditujukan kepada atlet angkat berat Sri Hartati, atlet angkat besi di Youth Olympic Nur Vinatasari, pecatur Samantha Edithso, dan delapan pebalap di Asian Road Race Championship 2018.

"Bapak Presiden Joko Widodo tidak akan berhenti memperhatikan dan mengapresiasi para atlet. Terima kasih kepada para atlet yang telah berjuang. Terima kasih juga kepada pelatih, asisten pelatih, serta orang tua yang setia mendampingi," ucap Menpora Imam Nahrawi, dalam rilis yang diterima detikSport, Kamis (6/12/2018).

Menteri asal Bangkalan itu mengatakan pemerintah terus berupaya berkomitmen menjamin kesejahteraan para atlet Indonesia agar di masa mendatang lebih banyak lagi anak-anak yang ingin jadi atlet, dan lebih banyak lagi orangtua yang mengizinkan anak-anaknya untuk menjadi atlet.

"Kita melihat bahwa para atlet yang masih muda mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. Maka untuk ke depannya, pembinaan usia dini menjadi penting. Perlu menggalakkan keberadaan kompetisi olahraga secara berjenjang untuk berbagai kelompok usia. Karena kompetisi yang baik, adalah awal dari prestasi olahraga yang baik," ujar dia.

Lebih dari itu, lanjut Imam, orang tua diharapkan tidak khawatir lagi ketika anaknya ingin menjadi atlet karena masa depan mereka terjamin. Dia menilai hal ini seturut dengan harapan Menpora karena dengan banyaknya partisipasi di usia muda, maka akan semakin besar juga peluang mewujudkan generasi emas olahraga Indonesia untuk Olimpiade 2032.

"Kompetisi usia dini akan mengantarkan prestasi di masa depan. Saya berharap dorongan tidak hanya berasal dari pemerintah, melainkan juga dari sponsor dan swasta," harap Imam. (mcy/din)