BINI Maksum, 46, sungguh bingung. Suaminya ini hiperseks atau kelainan seks? Soalnya sehari-hari yang dipikir selangkangan melulu. Kalau istri sendiri masih normal, tapi yang disosor Maksum ini gadis dan bini tetangga. Malu sering diprotes warga, akhirnya Suryanti, 40, memilih bercerai saja.

Jika dipikir-pikir, kaum lelaki itu kadang seperti ayam jago. Setiap melihat wanita cantik, inginnya mau dikawini saja, kasarnya: disetubuhi. Hanya karena ada rem yang namanya agama, hukum, adat istiadat, nafsu orang bisa dikendalikan. Jika tidak, woo…. dunia benar-benar rusak. Para wanita cantik tiap hati dikejar-kejar lawan jenisnya, demi pelampiasan syahwat.

Mirip dengan namanya, Maksum warga Surabaya ini ternyata suka berbuat mesum. Pikirannya setiap hari ke masalah selangkangan melulu. Soalnya, meski sudah ada istri, Maksum suka mengganggu perempuan di sekitarnya. Kadang gadis, kadang bini orang, kadang janda muda. Kalau kebelet, emak-emak juga doyan. Padahal belakangan ini kalangan emak-emak sedang menjadi komoditas para Capres.

Kata Suryanti istrinya, saat pengantin baru sampai usia 40 tahun, Maksum tumbuh sebagai lelaki normal. Tapi setelah rajin berselancar si situs-situs porno, dia menjadi buas pada kaum wanita di sekitarnya. Jika sekedar singsot (bersiul) saja setiap ketemu wanita cantik, itu masih mendingan. Yang terjadi, suka main colak-colek pantat gadis, janda, ibu rumahtangga, janda muda maupun janda sudah usia kepala lima.

Tentu saja si wanita girap-girap (ketakutan). Ada yang memaki-maki, ada yang mengadu ke suami ada pula yang langsung mengadu ke Suryanti selaku istri. Selama ini belum ada yang lapor ke polisi. Mungkin mereka beranggapan, sedikit-sedikit lapor polisi bisa dituduh kriminalisasi suami orang. Alhamdulillah pula, belum ada tetangga Suryanti demo dengan nomer togel.

Suryanti sudah capek menasihati suami, jangan suka main sosor pada gadis dan bini tetangga. Kalau mau nyosor istri di rumah saja. Mau nyosor jam berapapun selalu dilayani, pokoknya buka pelayanan 24 jam kecuali hari besar dan hari Minggu. Tapi apa jawaban Maksum? “Moh…., kamu sudah emak-emak, cocoknya hanya jadi timses Capres.” Kata suami Suryanti ini sambil melengos.

Pernah juga ada seorang lelaki yang datang sambil bawa pentungan. Dia minta agar Suryanti menjaga Maksum selama 24 jam. Kalau perlu dikerangkeng, agar jangan pergi ke mana-mana. Malah lelaki itu mengancam, kalau masih juga suka ganggu bini orang, jangan menyesal jika Maksum tahu-tahu mati dipentung orang.

Klimaksnya terjadi belum lama ini, ada seornag bapak-bapak usia 70 tahun mengadu ke Suryanti bahwa istrinya yang berusia 35 tahun diajak cek in di sebuah hotel. Tentu saja Suryanti kaget. Dicek ke hotel tersebut, ternyata ada nama suami dan di kamar berapa menginap. Saat diklarifikasi, Maksum juga mengakui. “Habisnya, suami tak pernah menyentuhnnya. Saya menyenangkan orang, apa salah?” kata Maksum.

Habis sudah kesabaran Suryanti. Ketimbang makan hati setiap hari karena punya suami “Sastro Pandelepan” (istilah Solo- Red) mending bercerai saja. Beberapa hari lalu dia mendekati Pengadilan Agama Surabaya, untuk menggugat cerai suami. Sebab ulah Maksum bikin malu keluarga Suryanti berikut jajarannya.

Nggak usah cerai, suami tiap hari kasih makan sayur terong saja. (*/Gunarso TS)