Jakarta - Stapac Jakarta akan menjalani pertandingan di Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019. Mereka fokus laga demi laga.

Stapac mengarungi musim baru IBL dengan modal gelar juara turnamen pramusim pada di Solo, Oktober lalu. Mei Joni cs mengalahkan Pelita Jaya di final dengan skor 62 -56.

Namun hasil itu tak lantas membuat pelatihnya, Giedrius Zibenas, jemawa bahkan mematok juara untuk kompetisi musim ini. Mereka hanya ingin fokus dari laga ke laga.

"Kami tidak membicarakan gelar juara. Saya tidak bisa mengontrol, memprediksi, atau memiliki tongkat sihir untuk memastikan tim menjadi juara. Pasti akan sulit. Tapi tugas saya adalah mempersiapkan tim untuk pertandingan berikutnya," kata Zibenas di Hotel Santika, Slipi, Selasa (6/11/2018).
Dijelaskan pelatih asal Lithuania itu, hasil turnamen pramusim sudah berjalan sesuai harapan. Kemenangan tersebut menjadi modal mereka untuk mengarungi musim baru.

"Sejauh ini sudah berjalan sesuai harapan. Kami melakukan segalanya sesuai rencana. Tapi, ini bukan masalah bagaimana memulai, tapi bagaimana mengakhiri. Jadi bagi kami kemenangan itu tentu akan memberikan kepercayaan diri bagi para pemain. Mereka mungkin akan lebih percaya diri atas apa yang sudah dilakukannya," dia menjelaskan.

"Tapi masih ada banyak yang harus dilakukan ke depannya. Saya pun percaya para pemain juga sudah melupakan kemenangan tersebut. Mereka pasti lapar dan tidak sabar menghadapi tantangan berikutnya," tambahnya.

Zibenas menyebut ada dua lawan yang bakal menjadi pesaing terberatnya, yakni Satria Muda dan Pelita Jaya.

"Saya percaya sama seperti preseason. Pelita Jaya dan Satria Muda merupakan lawan terberat. Saya belum berpikir tim kami lebih baik dibandingkan mereka. Tapi mereka punya musim yang panjang untuk membuat perbedaan. Ini adalah musim panjang, jadi segala sesuatu bisa terjadi. Itu yang membuat menarik ditunggu."


(mcy/mrp)