BUKAN sedang isi bensin, tapi mobil angkot ini bergoyang-goyang di tengah malam. Ketika didekati, ternyata mahasiswi Ani, 22, sedang berbuat mesum dengan sopir angkot Anton, 24. Keduanya pun digelandang ke kantor Polres Gowa (Sulsel), dan keduanya diwajibkan lapor dua kali seminggu.

Yang namanya cinta muda-mudi bisa melintasi batas status sosial. Ada mahasiwa pacari pembantu, ada pula mahasiswi mau dipacari sopir angkot. Makkum, cinta itu katanya buta, tak peduli pasangannya macam apa, jika sudah cinta ya mau saja diajak berbuat apa saja. Kata orang, jika cinta sudah melekat tai kucing terasa coklat.

Ani mahasiswi warga kota Gowa, setiap ke kampus selalu menggunakan angkot. Sekali waktu dia naik angkot plat hitam yang dibawa Anton. Duduknya kebetulan di samping sopir, sehingga ada peluang ngomong ngalor ngidul. “Sudah smester berapa Mbak?” kata Anton membuka percakapan. Dan Ani pun menjawab jujur, baru semester empat.

Hari berikutnya ternyata hubungan itu terus berlanjut. Lewat telepon keduanya sering kontak-kontakan dan kemudian janjian. Rupanya keduanya sudah sama-sama cocok. Akhirnya, diawal dari pertanyaan soal smester, akhirnya di suatu tempat Ani benar-benar kena smash Anton yang benar-benar tajam menukik, langsung kena sumbernya.

Bagi Ani, dipacari dan digauli seorang sopir angkot tak masalah. Yang sopir kan statusnya, tapi onderdilnya sama saja. Yang penting mahasiswi ini sangat puas akan kinerja peranjangan Anton. Maka lain kali setiap diajak pacaran secara mendalam, hubungan intim bak suami istri, hooh dan hayo saja.

Beberapa hari lalu Anton-Ani kembali jalan berdua dengan angkot plat hitamnya. Di jalan tiba-tiba spaneng Anton naik dan menuntut pelepasan syahwati. Maka angkot laku diparkir di jalanan, dan keduanya pun melepas gairah dengan serunya. Dengan irama pelan tapi pasti mobil itu bergoyang-goyang.

Kebetulan ada orang lewat yang curiga akan gerakan mobil tersebut. Dia mendekati dan semakin heran saja dibuatnya. Soalnya di Jakarta ada Pantai Kita Maju Bersama, di Gowa kok ada Angkot Maju Mundur Bersama? Idenya gubernur mana lagi ini? Jangan-jangan angkotnya hasil rampokan?

Bersama warga yang lain adegan tak senonoh itu segera digerebek. Anton-Ani kelabakan, sibuk membenahi pakaiannya, sampai keliru pasang kancing baju dan resleting. Keduanya lalu dibawa ke Polres Gowa. Karena aksi mesum itu sanksi hukumnya tak sampai 5 tahun, keduanya dibebaskan, kecuali hanya wajib lapor seminggu dua kali, yakni Senin dan Kamis.

Lapor polisi sampai seperti puasa sunah saja. (Gunarso TS)