JAKARTA – Operasi Zebra, selain menyasar kendaraan yang melawan arah hingga kelengkapan surat-surat, juga menindak pelanggaran lain. Hasil yang mencengangkan didapat dari penindakan terhadap pelanggar yang masuk ke jalur Bus Transjakarta sehari menindak 447 pengendara.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin mengatakan, penindakan yang dilakukan karena selama ini pihaknya menemukan pengendara yang menerobos jalur bus Transjakarta. “Angkanya cukup tinggi, dalam satu hari di penindakan pagi, siang dan sore, kami menjaring 447 pengendara yang melanggar,” katanya, Rabu (7/11).

Dikatakan Sutimin, penindakan itu dilakukan di tiga jalur titik yang selama ini kerap diterobos pengendara. Seperti di Jalan Jatinegara Barat, Jalan Otista Raya, dan Jalan DI Panjaitan, yang menjaring ratusan pelanggar. “Semua yang melanggar dengan masuk jalur bus kami beri denda maksimal,” ungkapnya.

Dengan penindakan yang dilakukan itu, sambung AKBP Sutimin, diharapkan bisa memberi efek jera bagi pengendara sehingga kedepannya tak ada lagi yang menerobos jalur bus Transjakarta. “Melalui operasi zebra ini kami juga ingin meminimalisir angka kecelakaan lalulintas yang disumbangkan paling besar dari kendaraan roda dua,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf mengatakan, secara keseluruhan, hasil evaluasi Operasi Zebra selama beberapa hari belakangan ini, dinilai tepat sasaran. Pasalnya, penindakan diberikan kepada pengendara roda dua agar lebih tertib berlalu lintas. “Pasalnya, selama ini juga roda dua yang menyebabkan kecelakaan tinggi. Makanya kita terus ingatkan para pengendara,” ungkapnya. (Ifand/b)